|
Calon Dokter Yang Takut Melihat Darah
Saya adalah seorang mahasiswi fakultas kedokteran
semester satu. Sebenarnya menjadi seorang dokter adalah cita-cita bagi saya
sejak kecil akan tetapi ada satu hal yang bisa membuat saya gagal mencapai
cita-cita saya tersebut. Saya adalah seseorang yang memiliki ketakutan yang luar
biasa ketika saya harus melihat darah.
Saya tidak tahu persis kenapa saya bisa seperti itu.
Pokoknya tiap kali saya melihat darah perasaan saya tiba-tiba langsung berubah
jadi sangat tidak enak dan ingin menghindar sejauh mungkin supaya tidak lagi
melihat darah tersebut. Beberapa kali saya paksakan untuk memberanikan diri tapi
malah membuat saya semakin takut saja. Saya hanya takut pada darah yang mengalir
dari luka pada seseorang. Ketika saya melihat darah saya sendiri ketika haid
nggak ada masalah. Tapi kalau melihat darah korban kecelakaan, atau darah pada
ibu yang melahirkan saya langsung mual dan ingin segera melarikan diri.
Kemudian saya coba nyari solusi untuk permasalahan
ini. Lalu saya ketemu dengan metode hipnoterapi yang konon merupakan salah satu
cara paling mujarab untuk menghilangkan phobia. Saya cari di internet tempat
hipnoterapi yang bisa saya kunjungi dan akhirnya saya ketemu dengan praktek
hipnoterapi yang dibawah naungan IHA salah satu organisasi hipnotis dan
hipnoterapi di Indonesia. Saya coba hubungi dan bikin janji untuk datang. Saya
langsung transfer uang muka untuk hipnoterapi supaya hari berikutnya saya di
buatkan jadwal terapi bagi saya.
Akhirnya saatnya tiba, saya ketemu dengan
hipnoterapis dari IHA dan mengutarakan isi hati saya tentang apa yang sebenarnya
terjadi pada diri saya. Saya ingin sekali menjadi seorang dokter tapi kayaknya
akan sangat sulit tercapai jika saya masih takut jika melihat darah, demikian
kata saya pada hipnoterapis tersebut. Selama kurang lebih setengah jam saya
diberi penjelasan panjang lebar tentang apa itu hipnotis dan apa itu hipnoterapi.
Saya jadi sedikit paham tentang hipnotis dan lebih mengerti tentang apa yang
akan terjadi pada diri saya nanti.
Akhirnya saya diterapi. Dalam terapi tersebut saya
merasa sangat rileks dan perasaan saya sangat tenang seperti bebas dan lepas
tanpa ada suatu apapun yang mampu menganggu diri saya. Sepertinya saya
seakan-akan ada di awang-awang. Sebelumnya saya pikir kondisi hipnotis itu kita
tidak sadar, ternyata kita masih sadar sepenuhnya. Saya masih bisa mendengar
suar hipnoterapisnya, saya juga masih merasakan angin yang berhembus dari AC di
kantor tersebut. Jadi selama ini saya pikir bahwa ketika kita di hipnotis
seperti orang tidur dan nggak sadar ternyata salah besar.
Sebelumnya saya ditanya seberapa takutnya saya
terhadap darah kalau dinilai antara 1-10 berapa? maka langsung saya jawab 10.
Setelah saya di terapi saya ditanya lagi dan rasanya sekarang sudah berkurang
dari yang awalnya sepuluh sepertinya sekarang tinggal 4 atau 5. Maka dari itu
untuk membuktikannya saya coba uji keberanian saya terhadap darah. Awalnya saya
coba lihat di video dulu. Nyari video di youtube yang sekiranya ada
diperlihatkan darah. Rasanya udah mulai hilang rasa takutnya. Kemudian hari
berikutnya dengan nekat saya coba untuk mengunjungi pasien di rumah sakit dekat
kampus saya. Saya nyari pasien kecelakaan di UGD pura-pura aja ada tugas
penelitian dari dosen padahal cuma mau ngecek apakah saya sudah berani ngeliat
darah apa belum.
Awalnya sih masih ada sedikit rasa takut tapi lama
kelamaan koq jadi nggak ada perasaan apa-apa. Saya sempat merasa aneh juga
biasanya kan sedikit saja melihat darah langsung bawaannya pengen lari, tapi
sekarang koq sudah tidak lagi. Rasanya jadi kayak ada semacam perasaan geli di
hati. Masak saya segede gini masih takut sama darah, padahal saya kan calon
dokter..he...he...
Akhirnya saya sampai sekarang jadi berani untuk
ngelihat darah. Bahkan saya tidak ragu lagi untuk bersentuhan dengan yang
namanya darah. Terimakasih buat IHA dan team hipnoterapisnya yang sudah membantu
saya.
Faradina - Semarang
CATATAN:
Pengalaman atau kesaksian di atas merupakan salah satu bagian dari
puluhan pengalaman setelah
hipnoterapi yang masuk ke redaksi hipnoterapi.asia. Diambil dari cerita
pasien/klien hipnoterapi kami, baik yang disampaikan secara tertulis (melalui
email), maupun melalui lisan (wawancara telepon). Khusus untuk cerita yang
disampaikan melalui wawancara telepon, kami-lah yang membuat tulisannya
berdasarkan cerita yang diucapkan pasien. Kami juga mengedit cerita tertulis
yang dikirim pasien melalui email - tanpa mengubah isinya - dengan tujuan untuk
menyempurnakan ejaan serta agar lebih mudah dipahami. Dan juga perlu kami
sampaikan bahwa nama dan identitas pasien sengaja disamarkan untuk menjaga
privasi pasien.
Baca
Pengalaman Klien Kami Yang Lain - Klik Disini >>>
|