|
Apakah semua
hypnotherapist sama?
Banyak
orang menganggap semua orang yang mengaku sebagai
hypnotherapist pasti punya kemampuan yang sama. Ini adalah kesalahpahaman
yang sering terjadi. Meskipun gelarnya sama-sama
"hypnotherapist", ternyata tidak semua hypnotherapist punya
kecakapan yang sama.
Seperti juga profesi lainnya,
misalnya dokter. Meskipun beberapa dokter bisa saja lulusan
dari universitas yang sama, namun belum tentu kemampuan dan
pengetahuan mereka sama. Beberapa dokter ada yang sukses
dalam prakteknya, ada juga dokter yang kurang berhasil dalam
prakteknya.
Ingat, seseorang yang bisa
menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi dengan benar
dan efektif. Cara atau teknik menghipnotis sangat mudah di
pelajari. Bahkan kami pun mengajarkan hipnotis dalam 2 hari saja dan peserta dijamin bisa
mempraktekkan hipnotis. Namun untuk melakukan terapi dengan
hipnotis (hipnoterapi) diperlukan pengetahuan yang mendalam
terhadap pikiran manusia dan memahami kasus yang ditangani.
Seseorang yang bisa
menghipnotis itu seperti seseorang yang bisa menghidupkan
komputer. Orang yang bisa menghidupkan komputer belum tentu
bisa menjalankan aplikasi yang ada dalam komputer yang
dihidupkannya. Dibutuhkan pelajaran tersendiri untuk
mengoperasikan program seperti Microsoft Office, Corel Draw,
Photoshop, dan sebagainya.
Ini adalah pengalaman
kami. Beberapa kali kami menangani klien yang sebelumnya
sudah mengikuti hipnoterapi di tempat lain, tapi belum
berhasil. Setelah kami teliti apa penyebabnya, kami kemudian
mengetahui tiga sebab utama:
-
Ketidakmampuan terapis untuk membimbing klien sampai deep
trance. Untuk hasil terapi yang maksimal, seorang
klien harus dibimbing untuk memasuki kondisi hipnotis
yang dalam yang disebut somnambulism. Dalam kondisi ini
kemampuan klien untuk menerima sugesti sangat tinggi.
-
Minimnya teknik
terapi yang diketahui oleh terapis. Beberapa
hypnotist pemula hanya menggunakan teknik direct
suggestion atau memberi sugesti secara langsung. Padahal
ada banyak sekali teknik terapi yang perlu dipahami
untuk bisa melakukan hipnoterapi yang berhasil
menyelesaikan berbagai masalah.
-
Kesalahan dalam
semantik atau pemilihan kalimat sugesti.
Pikiran manusia bekerja dengan program-program yang ada
di dalamnya. Dan program tersebut terbentuk dari susunan
kata-kata. Memberi sugesti merupakan salah satu cara
menanamkan program ke pikiran kita. Apabila susunan
program kita salah, maka hasilnya pun akan salah.
Jadi, apabila Anda sudah
pernah mencoba hipnoterapi tapi belum berhasil, janganlah
terburu-buru untuk mengatakan "hipnotis tidak berguna". Bisa
jadi, bukan hipnotis yang tidak berguna, melainkan Anda
datang kepada orang yang belum benar-benar menguasi
hipnoterapi. |