|
Hipnoterapi Menghilangkan Kecanduan
Kecanduan itu
seperti benang ruwet yang sulit diuraikan. Seorang yang
kecanduan pun sering merasa tidak mungkin bisa lepas
dari kecanduannya.
Syarat agar hipnoterapi
bisa menghilangkan kecanduan dengan permanen adalah orang yang bersangkutan harus
punya keinginan untuk berubah.
Bukan masalah apabila
sekarang Anda merasa tidak berdaya menghentikan kecanduan Anda. Cukup bermodal keinginan kuat
untuk berubah dan Anda juga harus punya harapan akan
berhasil dengan hipnoterapi, maka kami sangat yakin bisa
membantu Anda menghilangkan kecanduan yang cukup berat dalam 1-2 kali terapi
saja.
Pengalaman sebagai hypnotherapist
membuat kami sangat memahami perilaku kecanduan. Kecanduan bukanlah penyakit.
Kecanduan hanyalah pola
perilaku yang berawal dari kebiasaan yang sudah tertanam kuat di pikiran bawah sadar.
Kami percaya,
bahwa satu-satunya sebab kecanduan adalah pengondisian.
Seorang bayi lahir di dunia tanpa kecanduan apapun. Anda kecanduan sesuatu karena Anda membiasakan diri dengan sesuatu
tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar.
apapun jenisnya,
perilaku kecanduan punya karakteristik tertentu, diantaranya:
-
Pecandu selalu ingin
mengkonsumsi atau melakukannya lagi dan lagi, meskipun
tahu hal itu tidak berguna, merugikan diri sendiri, atau
berbahaya.
-
Menimbulkan perasaan
kurang nyaman, cemas, gelisah, marah, murung, jengkel
apabila pecandu tidak bisa mengkonsumsi atau melakukan
kecanduannya.
-
Pecandu menjadikan
objek kecanduannya sebagai objek pelarian ketika ia
mengalami emosi negatif seperti marah, kecewa, sedih,
gagal, dsb.
-
Pecandu umumnya
pernah mencoba untuk menghentikan kecanduannya, tetapi
karena tidak berhasil atau merasa tidak mungkin bisa
berhenti, akhirnya pecandu menerima kecanduan itu
sebagai bagian dari dirinya.
-
Kecanduan dan
kebiasaan buruk akan semakin parah apabila kecanduan
atau kebiasaan buruk itu dilakukan semakin lama, semakin
banyak diulang-ulang, dan semakin kuat lingkungan
mendukungnya.
Kecanduan bisa merupakan
masalah biologis maupun psikologis. Misalnya kecanduan
mengkonsumsi obat bius, kokain, morfin, ganja dan jenis
narkoba lain adalah kecanduan yang merupakan kombinasi
antara kecanduan secara biologis dan psikologis.
Dalam kasus kecanduan narkoba, secara pribadi kami lebih meyakini bahwa yang lebih kuat pengaruhnya adalah dorongan
dari pikiran bawah sadar untuk terus mengkonsumsi narkoba,
dibanding dengan kebutuhan tubuh terhadap zat kimia dalam
narkoba.
Oleh karena itu,
upaya penyembuhan
kecanduan narkoba dengan obat-obatan sering kali mengalami
kegagalan. Banyak penderita yang sudah sembuh namun suatu
saat kambuh dan kecanduan lagi. Kambuhnya pecandu narkoba
bukan karena tubuhnya secara biologis membutuhkan zat yang
terkandung dalam narkoba, melainkan karena pengaruh
psikologis, baik dari dalam diri sendiri (sebagai
pelampiasan emosi negatif, dorongan pikiran bawah sadar),
atau ketidakmampuan menolak ajakan dari teman
yang masih menggunakan narkoba. Gagalnya usaha untuk
menyembuhkan kecanduan sering kali
menimbulkan keputusasaan baik pada diri pecandu maupun
keluarganya.
Sedangkan kecanduan belanja, berjudi, game, dan internet
merupakan kecanduan psikologis yang murni disebabkan
pengondisian, pengaruh lingkungan atau karena terbiasa melakukan sesuatu
berulang-ulang. Kecanduan rokok, minuman keras (alcoholic),
mengunyah permen karet, kecanduan minuman cola atau bersoda, dan kecanduan makanan
atau minuman lainnya sebenarnya juga merupakan kecanduan
yang bersifat psikologis.
Zat kimia yang terkandung dalam rokok, minuman keras, permen,
cola atau soda mungkin memang punya pengaruh adiktif, tapi
pengaruhnya terhadap tubuh sangat-sangat kecil. Seandainya
suatu saat pecandu tidak bisa mengkonsumsi makanan atau
minuman itu dalam waktu yang lama, maka hanya menimbulkan
gejala emosi seperti
gelisah, rasa kurang nyaman, atau emosi negatif lain, tapi
sama sekali tidak membahayakan fisik. Berbeda dengan pecandu
narkoba yang bisa mati atau minimal sangat menderita secara
fisik apabila tidak mendapatkan zat adiktif yang dibutuhkan
tubuh.
Beberapa kecanduan dan
kebiasaan buruk yang sangat bisa dihentikan dengan
hipnoterapi dalam waktu cepat antara lain:
-
Kecanduan Narkoba,
apapun jenisnya. Bisa sembuh total asalkan pecandu benar-benar
ingin menghilangkan kecanduannya.
-
Kecanduan Alkohol
- Alcoholic sering disebabkan karena masalah emosi yang
tidak terselesaikan, kecemasan, rasa takut, stress,
depresi dsb. Agar seseorang bisa sembuh dari kecanduan
alkohol dan tidak kambuh lagi, maka perlu diselesaikan
akar masalahnya.
-
Kecanduan Obat Sakit Kepala,
Obat Tidur, Obat Penenang atau obat-obatan lainnya -
Setelah kami menangani klien yang kecanduan obat sakit
kepala, kami baru membuktikan sendiri bahwa apa yang
tertulis dalam buku-buku hipnoterapi bahwa kecanduan
obat-obatan sering disebabkan oleh depresi, kecemasan,
stress dan emosi negatif lainnya. Gejala sakit kepala
yang sering kambuh merupakan psikosomatis, dan obat
sakit kepala hanya menghilangkan sakit sementara.
-
Ketagihan Belanja
(shopaholic)
- Dulu sebelum membuka praktek hipnoterapi, kami sama
sekali tidak menyangka bahwa orang yang mengalami
kecanduan belanja di Indonesia sangat banyak, terutama
wanita dari kalangan ekonomi menengah ke atas.
-
Kecanduan Porno,
Gambar Porno, Video Porno, Cerita Seks, Film Porno -
Pikiran selalu tentang seks atau secara otomatis segala
sesuatu dihubungkan dengan seks. Pecandu porno sangat
besar jumlahnya, mungkin sebanding dengan jumlah pecandu
rokok. Menurut para pakar internet, top ranking
keyword atau kata kunci yang paling sering dicari di
internet selalu adalah kata-kata bernuansa porno atau
seks. Hal ini membuktikan banyaknya pecandu porno yang
mencari kepuasan diri melalui internet.
-
Kecanduan Seks Bebas
- Mencintai pasangan resmi, ingin setia, sayang pada
keluarga, tapi disisi lain selalu tergoda
untuk melakukan seks dengan orang lain, teman, orang
yang baru dikenal, dan pelacur, atau ingin lepas dari
pria/wanita selingkuhan anda. Hypnotherapy bisa
menghapus rasa terikat dan ketergantungan terhadap
seseorang dalam waktu cepat.
-
Kecanduan Gossip
- Tahu bahwa menggosip tidak ada gunanya, tapi tidak
mampu menghentikannya. Selalu ingin tahu gosip-gosip
selebritis, seolah-olah gosip selebritis adalah
informasi yang sangat penting.
-
Kecanduan
Menonton
Televisi, menonton sinetron, menonton berita
kriminal, atau acara lainnya sampai-sampai mengabaikan
pekerjaan yang lebih penting.
-
Kecanduan Makanan Ringan,
Kacang, Kerupuk, Wafer, Keripik Kentang, atau makanan
ringan lainnya. Kecanduan ini memang tidak terlalu
berbahaya, tapi merupakan salah satu penyebab kegemukan.
-
Kecanduan Coklat
- Kecanduan terhadap produk olahan berbahan dasar coklat,
misalnya eskrim coklat, wafer coklat, dan kue coklat,
juga menyebabkan obesitas.
-
Kecanduan Minuman Ringan
- Kopi, teh, soda, cola, sirup merek tertentu. Dalam
kondisi sehat dan selama mengkonsumsi dalam jumlah yang
wajar, maka tidak ada masalah serius walaupun Anda
kecanduan minuman ringan tertentu. Masalah terjadi
apabila Anda menderita diabetes (kencing manis) dan
diharuskan untuk mengurangi konsumsi gula, termasuk yang
terkandung dalam minuman ringan.
-
Kecanduan Gula,
permen atau makanan dan minuman yang
manis - Sangat berbahaya karena selain menyebabkan
kegemukan, juga memicu kencing manis.
-
Kecanduan Teknologi
- Selalu ingin membeli atau mengetahui
produk-produk teknologi terbaru, semisal Laptop dan Hand
Phone. Menghabiskan banyak uang untuk membeli produk
berteknologi terbaru yang sebenarnya kurang bermanfaat.
Apabila pecandu teknologi adalah orang yang tidak punya
uang untuk membeli, maka dia selalu mencari informasi
dan mengamati perkembangan teknologi melalui internet
atau majalah. Hilangkan kecanduan anda, maka anda bisa
menabung lebih banyak..!
-
Kecanduan Komputer, Internet, Game,
Chating - Biasanya penderita
kecanduan jenis ini merasa "lebih hidup" apabila bermain
dengan komputer atau internet, akan tetapi kemampuannya
bergaul dalam masyarakat (kehidupan nyata) sangat
kurang. Yang lebih parah, ada yang sampai anti-sosial,
tidak peduli dengan orang lain, atau malah tidak percaya
diri ketika harus bergaul dengan manusia sesungguhnya.
-
Kecanduan Judi
- Apakah Anda merasa sangat sulit berhenti berjudi meskipun selalu kalah
dalam berjudi? Kalah penasaran, menang ketagihan? Selalu
"terpanggil" untuk berjudi ketika memegang uang,
meskipun bukan uangnya sendiri. Rela berbohong,
berhutang, menjual barang-barang berharga milik keluarga
untuk berjudi.
-
Kecanduan Kerja
(workaholic)
- Bekerja terlalu keras dan tak kenal waktu, terobsesi
dengan hasil yang lebih besar, takut menjadi miskin, tidak merasakan puas
ketika mendapatkan uang, tidak bisa berhenti memikirkan
masalah pekerjaan, mengabaikan keluarga dan
kehidupan sosial, selalu mementingkan pekerjaan padahal penghasilannya sudah cukup
besar meskipun dirinya bekerja biasa-biasa saja.
-
Kecanduan Baca Novel,
cerita seks, baca komik, dan bahan bacaan lainnya yang
menimbulkan imajinasi. Menarik diri dari kehidupan
sosial, tidak punya kehidupan sosial, sedikit teman, dan
lebih menikmati "hidup dalam dunia cerita dan imajinasi".
Daftar kecanduan yang bisa diselesaikan dengan
hipnoterapi
tentu saja tidak terbatas. Hampir
semua jenis kecanduan bisa dihilangkan
dengan hipnoterapi asalkan yang bersangkutan benar-benar
ingin berubah.
Catatan Untuk Kecanduan
Narkoba
Untuk pecandu
narkoba yang masih tergantung secara biologis terhadap zat
adiktif tertentu, sebaiknya mengikuti hipnoterapi dibawah
pengawasan dokter. Meskipun dengan pemrograman pikiran kami
bisa membuat pecandu narkoba menjadi sama sekali tidak ingin
dan tidak mau mengkonsumsi narkoba lagi dalam sekali terapi,
namun menghentikan
konsumsi narkoba secara mendadak mungkin bisa menyebabkan
kematian. Mintalah pendapat dokter, apakah lebih baik
hipnoterapi untuk membuat Anda sedikit demi sedikit
meninggalkan narkoba, atau seketika berhenti.
Sekali lagi, apapun jenis
kecanduan yang Anda alami, Anda hanya bisa berubah total
dengan hipnoterapi apabila Anda sendiri yang ingin berubah.
Apabila keputusan untuk menghilangkan kecanduan atau
kebiasaan buruk berasal dari bujukan, paksaan, atau tekanan
orang lain, maka kemungkinan berhasil akan lebih kecil atau
butuh waktu lebih lama. Kalaupun sudah sembuh, kemungkinan
kambuh lagi cukup besar. |
|